| |
Press-Gathering
MALACCA STRAIT JAZZ-GREEN Festival 2008…
Adanya
hujan disertai angin kencang, sungguh tidak disangka, bukanlah
menjadi rintangan bagi teman-teman pers dan sebagian besar
pengisi acara untuk menghadiri Press-Gathering Malacca
Strait JAZZ-GREEN Festival 2008, di Black Cat jazz
super club, Arcadia-Plaza Senayan, pada Jumat 8 Februari 2008.
Tiada lain kata yang bisa kami haturkan, selain penghargaan
dan ucapan terima kasih kami untuk waktu dan perhatiannya.
Perhatian seluruh teman-teman, jelaslah merupakan sebuah dukungan
penuh, yang memberikan kami tambahan motivasi berlipat, untuk
dapat merealisasikan rencana perhelatan festival pada Juni
nanti.
Merupakan sebuah awal yang berlandasakan pada ikhtiar yang
baik. Semoga kelak kegemilangan akan dapat diraih.
Yayasan Riau Jazz Turbulence didukung oleh Pemerintah Provinsi
Riau, bersama Jakarta-Representative MSJ-GF berbangga hati
atas kehadiran seluruh pihak pada Jumat kemarin.
Secara khusus kami juga mengucapkan terima kasih atas bantuan
dari rekan kami, GRACE EMERALD yang membantu kami menjadi
Pembawa Acara. Juga rekan kami, FRANS SARTONO, yang sudi membantu
sebagai moderator.
Kami ucapkan terima kasih untuk para pengisi acara : Zefa
(jauh-jauh datang dari Bandung, bersama sang ayah), Sherly'O
(baru datang mendarat dari pulang kampung ke Bali, dari airport
langsung ke Black Cat!), Witsqa (lengkap dengan supporting-team),
Zarro, Canzo (full-team), Riza Arshad dari simakDialog (datang
pertama, langsung abis Jumat-an, jadi nggak kena hujan), Barry
Likumahuwa (datang duluan, baru sang manajer, Raymond, menyusul),
tentu saja juga Hendri Lamiri, Rieka Roslan dan Phillipe Ciminato.
Dan rekan lama, yang datang "paling jauh", dari
Australia, Tommee. Dia berminat sekali menyambut tawaran kami
untuk meramaikan festival ini. Tapi tengah dirancang bentuk
penampilannya dengan grupnya nanti, yang ia inginkan terdiri
dari "lintas bangsa". Seperti apa? Sabar menantilah,
sobat!
Perbincangan pada siang menjelang sore itu menarik, beberapa
rekan wartawan melempar pertanyaan, memberikan komentar dan
memberikan usulan.
Inti dari perbincangan pada sesi konperensi pers kemarin itu
adalah, kehijauan pada tema memang menyenggol pula hijau pada
pola pikir, tindak tanduk, perilaku, perasaan. Tidak ditentukan
disasar ke pasar mana atau akan di jual kemana, dari manapun
silahkan datang, karena acara ini nantinya gratis. Kehijauan
pada sebagian pendukung acara, bukanlah menjadi sebuah hal
yang "salah", karena dibalik hijaunya mereka, silahkan
lihat nanti bahwa mereka "rimbun dan subur" dalam
kemampuan. Dan tak hanya hijau yang memang diberi porsi, mungkin
lebih dibandingkan porsi untuk mereka (kaum "hijau")
pada acara-acara festival sejenis lainnya, tapi juga tetap
terselip nanti nama-nama senior, kondang, kawakan.
Siapa mereka? Kami lebih suka menyimpannya, tetap hingga kini,
seperti juga menyimpan nama-nama para "legiun jazz asing"
yang akan meramaikan festival nantinya.
Dan kami masih berharap, dapat menemukan talenta-talenta jazzer
dari ranah Kalimantan, Sulawesi bahkan hingga Papua. Adakah?
Kami percaya, penggiat dan "loyalis" jazz bertebaran
dimana-mana, di seluruh pelosok Nusantara. Tinggallah mereka
menemukan akses untuk dapat hadir dan muncul ke permukaan,
tampil di wilayah lebih luas. Kami memang sangat serius untuk
dapat menemukannya.....(bila ada yang tahu, silahkan menghubungi
kami via email).
Kembali ke acara gathering, sebagai penutup dihadirkanlah
GELIGA lengkap dengan Eri Bob (leader), Arman Rambah (akordeon),
Ryan (bass), Franky (drums), Mat Rock (perkusi tradisi, Bebano,
Rebana, Djembe), Yusman (saxophone) dan vokalis, Siska. Lantas
merekapun berkolaborasi dengan Hendri Lamiri pada 'Rona Merona'.
Selain itu, di penghujung juga mereka berkolaborasi dengan
Rieka Roslan dan Phillipe Ciminato, yang memanaskan suasana,
dengan lagu "Tanjung Katung".
Demikianlah, sorak sorai telah diteriak-teriakan dari ibukota.
Semua menjadi sebuah langkah awal yang membahagiakan. Terima
kasih sekali lagi untuk seluruh pihak yang mendukung acara
tersebut. Termasuk pihak Black Cat jazz super club.
Sampai jumpa di Pekanbaru.....
/dM
|